Sejarah CATL dan Tonggak Baru Industri Baterai EV di Karawang Artha Industrial Hill, Indonesia

07 July 2025 | . admin-artha

07 July 2025 | . admin-artha

Karawang Artha Industrial Hill, Karawang, 7 Juli 2025 – Didirikan pada tahun 2011 di Ningde, Tiongkok oleh Robin Zeng, CATL berasal dari divisi baterai kendaraan listrik (EV) milik ATL. Sejak awal, perusahaan ini fokus pada pengembangan baterai LFP (Lithium Iron Phosphate) dan NCM (Nickel Cobalt Manganese) untuk kendaraan listrik. CATL memulai langkahnya dengan menjalin kemitraan bersama produsen otomotif domestik seperti BAIC dan Geely. Pada tahun 2016, CATL berhasil menjadi pemasok baterai EV terbesar di Tiongkok, didukung oleh kebijakan pemerintah yang mendorong penggunaan kendaraan listrik. Tahun 2017 menandai masuknya CATL ke pasar Eropa melalui kerja sama dengan BMW, dan pada tahun 2018 perusahaan ini berhasil menghimpun dana lebih dari USD 850 juta melalui IPO di Bursa Saham Shenzhen guna mendanai ekspansi global. Kini, sebagai produsen baterai EV terbesar di dunia, CATL memasok baterai ke merek-merek terkemuka seperti Tesla, BMW, dan Volkswagen, serta telah memperluas lini bisnisnya ke bidang daur ulang baterai, sistem penyimpanan energi, dan baterai untuk kendaraan berat.

CATIB, atau Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery, merupakan kolaborasi strategis berskala besar antara CATL dari Tiongkok, Indonesia Battery Corporation (IBC), dan perusahaan tambang milik negara, ANTAM. Inisiatif ini bertujuan membangun industri baterai kendaraan listrik (EV) yang terintegrasi secara menyeluruh di Indonesia. Terinspirasi dari visi bersama untuk memanfaatkan cadangan nikel Indonesia yang melimpah serta kepemimpinan teknologi baterai dari Tiongkok, CATIB berkomitmen menciptakan rantai pasok lengkap—mulai dari penambangan nikel, pemrosesan material, hingga manufaktur sel baterai dan fasilitas daur ulang. Dengan total investasi sekitar USD 5,9 hingga 6 miliar, proyek ini menjadi tonggak penting dalam transformasi industri nasional.

Proyek CATIB merupakan ekosistem baterai EV yang terintegrasi penuh dan dikembangkan bersama oleh CATL, IBC, dan ANTAM, mencakup seluruh rantai nilai dari hulu ke hilir—mulai dari penambangan nikel hingga daur ulang baterai. Proyek ini dibangun di dua lokasi utama: Halmahera Timur dan Karawang Artha Industrial Hill, Karawang. Seremoni peletakan batu pertama di kedua lokasi tersebut menjadi tonggak penting dalam transformasi industri nasional, di mana acara di Karawang Artha Industrial Hill pada 29 Juni 2025 diresmikan secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), CATIB mencerminkan komitmen Indonesia terhadap hilirisasi industri, pengembangan energi hijau, dan ambisi menjadikan Indonesia sebagai pusat industri baterai EV kelas dunia.

Dilansir dari cnnindonesia.com, proyek ini merupakan pengembangan industri dari hulu ke hilir yang terdiri dari enam proyek terintegrasi, hasil kolaborasi antara PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), Indonesia Battery Corporation (IBC), dan Konsorsium CATL, Brunp, Lygend (CBL). Dari enam proyek tersebut, lima berada di Kawasan FHT Halmahera Timur dan satu lainnya di Karawang. Proyek ini diperkirakan akan menyerap hingga 8.000 tenaga kerja langsung, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta melibatkan pembangunan 18 proyek infrastruktur dermaga multifungsi.

Kami menyampaikan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada CATIB atas suksesnya seremoni Groundbreaking di dua lokasi strategis: Artha Industrial Hill, Karawang dan Halmahera Timur, Maluku Utara. Merupakan suatu kehormatan bagi kami untuk turut menjadi bagian dari proyek visioner ini, yang akan membentuk fondasi ekosistem baterai kendaraan listrik (EV) terintegrasi pertama di Indonesia. Kehadiran CATIB di kawasan kami mencerminkan kepercayaan dan komitmen terhadap potensi industri nasional, serta memperkuat posisi strategis Karawang Artha Industrial Hill sebagai pusat pertumbuhan industri masa depan. Kami bangga mendukung realisasi proyek ini yang tidak hanya memperkuat hilirisasi sumber daya, namun juga mendorong transisi energi hijau dan memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasok global industri baterai EV.

You may also be interested in

12 March 2026

1ADAPT: Platform Layanan Terpadu bagi Tenant di Karawang Artha Industrial Hill

04 March 2026

PT Deli Indonesia Office Technology Dorong Kemajuan Karawang dengan Pembukaan Lapangan Kerja Baru

26 February 2026

Apa Itu Sertifikasi Greenship — dan Mengapa Penting bagi Masa Depan Kawasan Industri?